Sabtu, 29 Agustus 2015

Novel Islami terbaru Arumi E. "Merindu Cahaya de Amstel"

Alhamdulillah ... akhirnya segera terbit novelku terbaru. Kali ini kembali bergenre romance Islami. Buat yang suka Tahajud Cinta di Kota New York, kemungkinan bakal suka ini juga ^_^




Coming soon di minggu ke-3 September 2015 ...

 "Merindu Cahaya de Amstel" ‪#‎NovelGPU‬

Ide seringkali datang dari hal sederhana. Seperti kisahku kali ini. Bermula dari melihat seorang gadis Belanda berkerudung panjang, cantik dan murah senyum. Lalu di dalam kepalaku mengalir sebuah cerita rekaanku sendiri. Bagaimana jika gadis itu dipertemukan dengan seorang pemuda blasteran Jawa-Belanda yang tidak percaya dengan segala hal yang gaib?

Kembali bersetting Amsterdam-Yogya, ditambah Salatiga, mampir ke Jakarta dan Bali. Kali ini aku mengolah setting dengan hati-hati, hasil gemblengan editor-editorku yang super keren. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mbak Fialita Widjanarko dan Mbak Donna Widjajanto. Dibantu kakak sepupuku yang baik hati Sis Darah Biru dan Mbak Agatha Dewi yang sudah berkenan berbagi informasi mengenai kehidupan di Belanda dan kebiasaan-kebiasaan warganya. Serta Mbak Dian Wulandhani Sasmita yang sudah memberi saran profesi Nico van Dijk. Ditambah menekuni buku Belajar Bahasa Belanda Dasar, maka kisah ini pun bergulir. Mungkin belum sempurna, tapi berharap lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Karena sampai kapan pun aku akan terus belajar menulis lebih baik lagi. Walau aku belum pernah ke Belanda, tapi apa yang kutulis ini semoga bisa menjadi law attraction, suatu hari nanti aku bisa menjejakkan kaki ke negeri kincir angin.


Buat yang ingin tahu gambaran kisah novel ini, boleh lihat book trailernya ^_^





Sinopsis :

Cahaya mentari sore menciptakan warna keemasan di permukaan Sungai Amstel. Mengingatkan Nicolaas van Dijk pada sosok gadis Belanda dengan nama tak biasa, Khadija Veenhoven. Gadis yang terekam oleh kameranya dan menghasilkan sebuah foto “aneh”.

Rasa penasarannya pada Khadija mengusik kenangan Nico akan ibu yang meninggalkannya saat kecil. Tak pernah terpikir olehnya mencari ibunya, sampai Khadija memperkenalkannya pada Mala, penari asal Yogya yang mendapat beasiswa di salah satu kampus seni di Amsterdam.

Ditemani Mala, Nico memulai pencariannya di tanah kelahiran sang ibu. Namun Pieter, dokter gigi yang terpikat pada Mala tak membiarkan Nico dan Mala pergi tanpa dirinya. Dia menyusul dan menyelinap di antara keduanya.

Tatkala Nico memutuskan berdamai dengan masa lalu, seolah Tuhan belum mengizinkannya memeluk kebahagiaan. Dia didera kehilangan dan rasa kecewa itu dia lampiaskan pada Khadija karena telah mengajarinya menabur benih harapan.

Kembali Nico mencari jawaban. Hingga sinar yang memantul di permukaan Sungai Amstel menyadarkannya. Apa yang dicarinya ada di sebuah tempat di Kota Amsterdam ini. Terpancar dari sepasang mata hijau jernih yang sejak awal sudah mengiriminya pertanda.

Cuplikan :

Nico terdiam, kembali ada rasa haru menelusup perlahan dalam hatinya.
“Dan kini harapanku berbeda. Suatu saat aku berharap bisa menjadi pangeran baik hati untuk seorang gadis yang mencintaiku dan aku cintai.”
Khadija tersentak halus. Nico tidak menyebut nama, namun menatap mata Khadija dalam-dalam saat menyebut kata ‘gadis’. Susah payah Khadija menahan rasa tersipu. Dia tak ingin salah mengira, dia akan menyimpan perasaannya dalam-dalam sampai saatnya tiba Nico menyatakan sesuatu yang benar-benar jelas kepadanya.
“Sekarang kamu mulai berpikir romantis ya? Setelah kemarin-kemarin menjadi lelaki super dingin.”
Nico tersenyum penuh arti.



Jumat, 28 Agustus 2015

Daftar Novel karya Arumi E.

Senang banget. Bulan September nanti akan terbit novelku terbaru. Ini bakal menjadi novelku yang ke- 17, buku solo yang ke-19.

Pengin tahu daftar buku karyaku apa saja? Ini dia daftarnya. ^_^

Daftar novel karya Arumi E.
1. Saranghaeyo (dengan nama pena Karumi Iyagi)
2. Four Seasons of Love (dengan nama pena Karumi Iyagi)
3. Symphony of Love (dengan nama pena Karumi Iyagi)
4. Sweet Sonata (dengan nama pena Karumi Iyagi)
5. Sakura Wish (dengan nama pena Harumi Kawaii)
6. Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu
7. Zara Sang Detektif Cilik (kumcer anak)
8. Tahajud Cinta di Kota NewYork
9. Jojoba
10, Amsterdam Ik Hou Van Je
11. Longest Love Letter
12. Heart Latte (kumcer dewasa)
13. Hatiku Memilihmu
14. Cinta Valenia
15. Monte Carlo
16. Unforgotten Dream
17. Pertemuan Jingga
18. Eleanor
19. Merindu Cahaya de Amstel ... coming soon
20. Death Note ... coming soon

Arumi E. juga pernah menerbitkan buku tentang Kpop Bigbang dan G Dragon.
Pernah juga menerbitkan novel duet berjudul "Cinta Yang Sempurna".
Menulis juga buku biografi karateka cilik "Bhagas dan Jurus-jurus Meraih Mimpi"




Inilah gambaran novelku yang akan terbit. Settingnya di Amsterdam dan Yogya. Tunggu pengumuman resminya ya teman-teman ^_^





Tadaaaa!! Inilah cover novel terbaruku "Merindu Cahaya de Amstel". Romantis tapi Islami ^_^



Kamis, 27 Agustus 2015

Premiere Film Gangster

Alhamdulillah, masih mendapat undangan dari Starvision untuk menghadiri premiere film terbarunya. Kali ini berjudul "GANGSTER".

Yang menarik, ada Hamish Daud. Pengin tahu saja sih, seperti apa ya orang langsungnya ^_^

Undangannya unik yaa ^_^

Seperti biasa, premiere dimulai pukul 7 malam di Epicentrum XXI, Kuningan.


Lumayan, bisa lihat pemain-pemainnya langsung ^_^



Mm.. kaget ada Dian Sastro walau cuma sebentar dan berperan sebagai tokoh yang 'cuma' disebut 'pacar si jangkung'. Hamish Daud jadi bule ndeso jago beladiri bernama Jamroni. Dwi Sasono dan Agus Kuncoro seperti biasa aktingnya sudah matang.

Ceritanya ... nonton aja sendiri deh yaaa. Ada beberapa adegan yang bikin tertawa. Jadi ini sepertinya action yang diselipi humor di beberapa bagian. Hamish Daud nya lumayan deh buat dipandang2.

Setting adegan perkelahiannya boleh juga, di antara gerbong-gerbong kereta.

Yuk, nonton film Indonesia.
‪#‎gangster‬ ‪#‎indonesianmovie‬ ‪#‎premiere‬ ‪#‎starvision‬ ‪#‎hamishdaud‬ ‪#‎diansastro‬

Action dulu ...

Siap-siap nonton

Setelah keluar dari teater, pasti dikasih suvenir seperti ini

Rabu, 26 Agustus 2015

Mini Gathering Elex Media : Nasib Buku di Toko Buku

Diundang acara gathering penerbit tentu tidak menolak. Karena pasti banyak manfaatnya. Selain dapat ilmu, silaturahim dengan rekan penulis dan editor, juga mendapat goodie bag. ^_^

Seperti undangan mini gathering dari Elex Media ini, Sabtu, 22 Agustus 2015.


Kenapa mini gathering? Karena yang diundang memang terbatas hanya 30 orang.
Masuk ke lobi Gedung Kompas Gramedia, ternyata sedang diadakan pameran seni rupa. bagus-bagus lho.

Salah satu seni instalasi yang dipamerkan
di lobi Gedung Kompas Gramedia

Tepat pukul 9 pagi, kami dipersilakan masuk ke kantor Elex Media di lantai 2. Mini gathering ini memang terkesan suasananya santai. Senangnya bertemu editor-editor Elex Media yang baik hati. Jadi ingat sudah lama belum kirim naskah lagi ... ^_^

Undangan yang datang rekan-rekan penulis Elex Media, ada juga blogger.


Acara dibuka oleh host kece Mbak Intan ditemani editorku yang juga kece Mbak Afri. Seru deh kalau keduanya memandu acara. Belum apa-apa kami sudah dibuat deg-deg an karena dilempari boneka beruang lembut. Buat yang mendapat lemparan boneka beruang, harus memperkenalkan diri kepada undangan lain. Untunglah aku ga kebagian giliran ... ahahah. Selamat, selamat. ^_^

Mbak Intan dan Mbak Afri. Nyantai banget kaaan? ^_^

Ini siapa ya? Ada yang bisa nebak? ^_^
Gathering kali ini menjelaskan nasib buku di toko buku. Dimulai ketika buku baru datang di toko buku. Di rak new arrival, biasanya buku mendapat jatah terpajang selama 1 bulan saja. Setelah itu baru deh diletakkan di rak biasa. Untuk buku yang banyak pembelinya, bisa diletakkan di rak recommended, bahkan kalau lakuuuu banget bakal diletakkan di rak best seller. Buku punya jatah terpajang di rak selama 1 sampai 3 bulan.

Ooooh, persaingan semakin ketat sekarang. Jika dalam 3 bulan buku tidak banyak terjual .. nah ini yang menyedihkan, buku terpaksa akan dikembalikan ke penerbit karena dianggap tidak laku. Hiksss ...

Bagaimana setelah kembali ke gudang penerbit? Apakah masih bisa kembali ke toko buku kalau mendadak promonya gencar lagi dan banyak yang cari? Ternyata tidak bisa, teman-teman. Buku yang sudah dikembalikan ke gudang penerbit tidak akan bisa kembali ke toko buku lagi.

Menurut Pak Bagus, di gudang Elex Media saja, buku yang dikembalikan dari toko buku Gramedia mencapai senilai 1 M setiap tahunnya. Penerbit harus memutar otak dan menyiapkan berbagai program agar buku yang ada di gudang bisa dijual lagi. Sebagian dikirim ke toko buku selain Gramedia, ada juga ke toko buku online. Bisa juga dibuat program promosi beli dua dapat tiga novel misalnya. Atau dapat diskon.

Apabila harga buku sudah turun akibat diobral, maka royalti yang didapat penulis hanya 10% dari harga buku yang sudah diobral. Bisa bayangin ya teman-teman makin kecil saja deh royalti yang diterima penulis.

Ada kenyataan yang lebih menyedihkan lagi. Rekan penulis jangan syok ya? Buku yang belum terjual setelah setahun akan dibakar karena sudah tidak ada tempat lagi di gudang penerbit. Sedih banget yaaaa... :(



Serius mendengarkan  ...

Intinya, sekarang ini banyak sekali buku baru terbit setiap bulannya. Konon katanya ada ribuan buku masuk ke toko buku tiap bulan. Banyak banget yaaaa ... Demikian pula novel. Persaingan antar novel bertahan di rak buku semakin ketat. Penulis dituntut untuk aktif mempromosikan bukunya. Masa promosi paling menentukan adalah 3 bulan pertama sesudah buku terbit. Saat inilah penulis harus habis-habisan mempromosikan bukunya agar terjual cukup banyak.

Berbagai cara bisa dilakukan penulis untuk mengenalkan karyanya. Melalui berbagai akun medsos. Perlu dipelajari juga apa keunggulan masing-masing medsos. Misalnya lewat twitter, harus diperhatikan waktu yang paling banyak pengguna twitter sedang aktif. Biasanya pukul 6 sore sampai 9 malam. Di waktu inilah saat tepat mempromosikan buku.

Penulis juga harus aktif menjalin komunikasi dengan pembaca bukunya. Bisa mengadakan kuis untuk memperluas pengenalan bukunya, bisa juga mengadakan talk show di toko buku atau promo lewat radio. Lebih bagus lagi kalau bisa mengadakan road show, biasanya untuk promo seperti ini didukung penerbit. Tapi biasanya penerbit mengadakan road show untuk penulis-penulisnya yang potensial. Mau bikin road show sendiri? Bisa juga. Tentunya lebih melelahkan karena harus mengurus sendiri dan biaya sendiri.

Selanjutnya manajer toko buku Gramedia cabang Pondok Gede dan Aeon Mal berbagi tips agar buku seorang penulis bisa bertahan lama di toko buku.

Menurut keduanya, buku yang best seller itu sebagai berikut :
1. Penulis yang punya basic fans banyak. Misal seleb twit, seleb facebook atau seleb youtube.
2. Penulisnya sudah dikenal karena sudah banyak buku yang ditulis contohnya Asma Nadia, Tere Liye
3. Buku penulis itu yang sebelumnya best seller, sehingga penulisnya sudah dikenal, karenanya buku selanjutnya sudah ditunggu pembaca bukunya yang best seller itu. Contohnya Andrea Hirata.
4. Buku yang diadaptasi menjadi film, biasanya akan mendongkrak angka penjualan.
5. Buku yang memang bagus ceritanya dan banyak yang suka.

Bagaimana dengan penulis yang belum terkenal seperti aku misalnya? Hikkssss .... yah ... harus berjuang lebih keras lagi mempromosikan buku-bukuku. Karena itulah aku sangat berterima kasih pada pembaca-pembaca novelku yang sudah berkenan membeli novelku. Makasih yaaaa ... ^_^

Aiiih, ada "Cinta Valenia"di slide-nya ^_^
Untunglah sekarang ini ada alternatif lain bagi penulis agar bukunya bisa tetap terpajang di toko buku yaitu melalui toko buku online Gramedia.com.  Soal ini dijelaskan di sesi berikutnya. Di toko buku online ini tidak ada istilah retur. Buku penulis akan terus terpajang di sini sampai stoknya habis. Penulis juga bisa bekerja sama untuk membuat PO novel yang akan terbit dengan Gramedia.com.

Contoh PO yang sukses adalah Critical Eleven Ika Natassa yang terjual 300an buku hanya dalam 5 menit. Rahasia suksesnya adalah selain Ika Natassa memang sudah punya basic fans yang kuat, Ika juga aktif mempromosikan bukunya yang akan terbit sejak jauh-jauh hari. Bikin pembacanya penasaran dan nggak sabar ingin membeli.

Seusai mendapat informasi lika liku perjuangan buku di toko buku, Elex Media membagikan 6 hadiah untuk 6 twit live terbanyak. Alhamdulillah aku kebagian .



Sesi selanjutnya, Elex Media menjelaskan lagi tentang portal www.elexmedia.id yang bisa dimanfaatkan penulis untuk mempromosikan bukunya. Bisa juga untuk komunikasi penulis dan pembacanya. Buat umum juga boleh loh ikutan aktif di portal ini. Bakal ada poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah buku buat yang aktif posting tulisan di sini. Ayooo ikutan daftar ^_^

Terakhir setelah makan siang lalu ngobrol-ngobrol dengan teman-teman penulis dan editor, kami foto bersama. Wajib deh ini ^_^


Seperti biasa. endingnya pasti foto bareng ^_^

Undangan yang datang tentu saja tidak pulang dengan tangan hampa. Ada goodie bag berisi buku-buku asyik terbitan Elex Media.

Suvenir untuk peserta gathering