Jumat, 12 Februari 2016

"Love in Adelaide" #AroundTheWorldWithLoveSeries

Finally ... Akan terbit 18 Februari 2016

LOVE IN ADELAIDE
By : Arumi E

Ini novelku yang pertama terbit di tahun 2016. Semoga akan segera menyusul novel-novel karyaku berikutnya. Untuk sekarang, simak yang etrbaru ini dulu yuuuk. Sebuah kisah berlatar tempat Kota Adelaide ^_^



Sinopsis:

Aleska tak punya pilihan selain mengikuti ibunya memulai hidup baru di Adelaide, tinggal serumah bersama dua saudara tiri dengan karakter berbeda. Zach Mayers yang overprotective dan Sarah Mayers yang tak pernah bersikap manis.

Hidup yang sulit di negeri baru terasa lebih ringan sejak Aleska mengenal Neil Wilkins, pemuda Australia berdarah Inggris-Aborigin. Rekan sekerja yang menyelamatkannya dari pemuda-pemuda mabuk ini sudah terbiasa menghadapi kerasnya hidup sebagai keturunan Aborigin. Dari kebersamaan, perlahan tumbuh perasaan yang sulit dicegah. Keduanya tak mampu berpisah walau ada jurang perbedaan besar di antara mereka. Kerumitan bertambah ketika Sarah secara terang-terangan menggoda Neil dan Zach tak bosan-bosannya mengingatkan Aleska tentang rambu-rambu agama yang tak boleh dilanggar.

Ketika masa tinggal Aleska di kota itu berakhir dan dia harus pulang ke Bandung, ada tanya yang menggelayuti hatinya: Haruskah dia kembali ke Adelaide untuk memperjuangkan hubungannya dengan Neil? Apa pula misi Zach yang tanpa terduga menyusulnya ke Bandung?

*Ukuran: 13.5 x 20 cm
*Tebal: 240 halaman
*No. Produk: 616202009
*ISBN: 978-602-03-2545-3
*Harga: Rp58,000

Buat yang mau pesan langsung ke aku bisa lho. Sampai akhir Maret ada diskon 15% dan bonus gantungan kunci selama persediaan masih ada. Email saja pesanan kamu ke rumieko@yahoo.com yaa.

Terima kasih ^_^











Selasa, 09 Februari 2016

Digital Library #IJakarta.

Warga Jakarta yang hobi membaca sekarang dimanjakan dengan aplikasi baru. Digital library. Perpustakaan yang bukunya bisa dipinjam lewat smartphone. Pertama-tama instal dulu aplikasi ijak.







Ini ada penjelasan tentang kerjasama e-library Jakarta dengan Grup Gramedia. Saya bagikan dari sumber aslinya yaaa 

 ‎Noni Timotius‎ to KOMBI (Komunitas Baca Tulis)
February 2 at 8:30am · Jakarta · 
Disclaimer: postingan panjang namun lumayan penting bagi penulis. Mohon dibaca dg teliti.

Dear teman-teman penulis dan pembaca buku BIP,

Belakangan ini mungkin teman2 menemukan aplikasi iJakarta di AppStore dan Google Play dan melihat banyak buku BIP serta buku2 terbitan Gramedia Group di sana yg dapat didownload gratis.
Beberapa penulis telah menjapri saya dan bertanya mengenai legalitasnya dan berikut ini informasi yang dapat saya sampaikan:

Tahun lalu, telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara Grup Penerbitan Gramedia dan PT Woolu Aksara Maya, dimana Penerbit Gramedia berperan sebagai penyedia konten sementara PT Woolu sebagai pengembang aplikasi iJakarta. iJakarta sendiri adalah aplikasi perpustakaan digital yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI. Melalui perpustakaan digital ini, masyarakat bisa meminjam buku digital yg dimiliki oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI dlm jangka waktu tertentu.

BPAD DKI telah menyediakan dana 2M rupiah untuk pengadaan ebook di tahun 2016 dan saat ini sudah terserap ke 3.350 judul. 
Dana ini digunakan untuk pengembangan aplikasi dan pembelian buku digital ke penerbit. Pembelian dilakukan dg sistem beli putus atau one time payment. Pada tahap 1 telah dilakukan pembelian sebanyak 5 copies per judul dan pada tahap 2 akan dilakukan pembelian 20 copies per judul.

Dana ini akan dibagi untuk 3 pihak.
Penyedia dan pengembang aplikasi akan mendapat 40%, Penulis mendapat 30%, dan Penerbit mendapat 30%.
Harga buku yg dijual sama dengan harga buku yg tercantum pada aplikasi Buku Digital Gramediana namun diberikan diskon 12% untuk tahap pertama dan 20% untuk tahap 2 dan 3. 
Mengapa diberikan diskon? Pertimbangannya krn pemda DKI membeli dlm jumlah besar.

Jadi berapa royalti yg akan diperoleh? Perhitungannya kira2 begini:

Harga buku XYZ di aplikasi Gramediana Rp 100.000
Diskon 20%
Jumlah copies yg dibeli: 5 copies
Royalti 30%

Total royalti yg akan diterima penulis buku XYZ adalah:
Rp 100.000 x 20% x 5exp x 30% = rp 120.000

Bagi para penulis BIP sendiri, pembayaran royalti akan dilakukan setelah kami menerima sales report dari pengembang aplikasi. Kemungkinan paling cepat dilakukan di semester 2 tahun 2016.

Mekanisme peminjaman buku di Ijak adalah teman2 perlu membuat akun utk menjadi member. Setelahnya teman2 bisa memilih buku yg disukai, mendownload buku tersebut ke gadget dan bisa membacanya dalam periode 5 hari. Setelah periode peminjaman habis, maka buku tsb tidak bisa diakses lagi oleh teman2. 
Karena saat ini di aplikasi Ijak hanya tersedia 5 exp per judul, maka hanya 5 member yg dapat meminjam buku pada saat bersamaan. Member ke-6 yg ingin meminjam terpaksa menunggu giliran hingga buku tersedia kembali.

Nantinya di aplikasi ini akan tersedia fitur STORE, sehingga teman2 yg tidak kebagian meminjam atau ingin mengoleksi buku dapat membelinya. 
Saat ini sudah tersedia juga fasilitas e-library yg memungkinkan sekolah/instansi untuk membangun e-library masing2 dg memanfaatkan konten yg terdapat dalam aplikasi Ijak.

Pengembangan selanjutnya, aplikasi ini hanya dapat diakses ketika kita berada dalam batas2 area Propinsi DKI Jakarta. Jadi ketika kita bepergian ke Bekasi atau Tangerang, maka buku yg sedang kita pinjam tidak bisa diakses. Aplikasi ini memang ditujukan utk fasilitas warga Jakarta. Hidup Kokoh!! ‪#‎eh‬

Buat yg senang bersosmed, berkomunitas, di sini pun disediakan fiturnya. Kita bisa membuat resensi buku, memberi komen, dsb. Dicoba lah ya.

Saya merekomendasikan teman2 mencoba aplikasi ini dan pinjamlah buku di sana, lalu promosikan kepada teman lain. Tidak perlu kuatir buku cetak menjadi tak laku gara2 perpustakaan digital ini. Justru dg keterbatasan stok buku dan periode peminjaman yg singkat akan mendorong calon peminjam untuk membeli buku versi cetaknya.

Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat meminjam buku, and Happy Reading!

Cheers,
Noni




Jumat, 05 Februari 2016

Behind The Scene "Around The World with Love Series"



Berawal dari obrolan ringan di sebuah grup WA tentang novel-novel bersampul senada yang menarik perhatian, kami berempat punya mimpi. Mimpi tentang membuat serial novel religi dengan empat orang penulis.

Lalu, suatu hari di awal Oktober, editor kami tercinta (yang tak boleh dilisankan namanya karena memilih menjadi orang misterius) meluangkan waktu untuk mengadakan rapat mini dengan kami semua. Kala itu, ide untuk membuat seri berlatar kota-kota di luar negeri pun mencuat. Ketok palu, persetujuan pun disegel.

Pertengahan November, kami harus menyetor naskah utuh. Maka, periode kalang kabut yang merepotkan tapi justru disukai itu pun dimulai. Satu hal yang membuat kami sangat bersemangat dan mampu mematuhi jadwal yang ketat adalah upaya sang editor untuk terus menyemangati kami. Salah satunya adalah membuatkan cover-cover cantik ini, bahkan sebelum naskahnya selesai. Ini pengalaman baru untuk kami semua. Kami, penulis-penulis yang sedang mencari jati diri dan jelas-jelas bukan penulis top, diperlakukan demikian istimewa. Bagi orang lain mungkin sederhana, tapi bagi kami sungguh luar biasa.









Cover-cover yang luar biasa menawan ini mampu memberi tenaga tambahan hingga kami menuntaskan pekerjaan tepat waktu. Periode Desember hingga Januari, diisi dengan revisi dan pemeriksaan PDF naskah. Kami berusaha keras untuk meminimalkan kesalahan, karena membuat karya yang sempurna adalah mustahil.

Setelahnya, kami kadang terlibat diskusi panjang untuk merencanakan promosi dan blogtour. Kami juga berbagi tugas untuk memperkenalkan seri ini kepada pembaca fiksi Indonesia. Novel-novel yang sudah dikemas demikian cantik dan diupayakan sebagai karya terbaik yang bisa kami tuliskan, terlalu sayang untuk diabaikan.



Lewat buku ini kami mengajak pembaca berkelana ke Marrakech, Adelaide, Edinburgh, dan Paris. Tidak semua dari kami pernah mengunjungi tempat-tempat itu, tentu saja. Tapi percayalah, kami melakukan riset yang mendetail agar bisa menghadirkan kota-kota itu di dalam novel. Tapi satu hal yang perlu kami ingatkan, ini adalah fiksi. Bukan buku travel. Setting hanyalah menjadi pelengkap cerita, bukan "jualan utama".

Satu lagi yang tak kalah penting, kami menulis ini dengan cinta yang menggeliat. Untuk Anda, para pembaca. Di mana pun Anda berada, semoga selalu bahagia. Seperti tokoh-tokoh rekaan di seri pertama ini. Harapan kami, Love in Adelaide, Love in Marrakech, Love in Edinburgh, serta Love in Paris, bisa meninggalkan memori menawan untuk Anda semua.


Salam,
Penulis

Disusun oleh Indah Hanaco

Book trailer Around The World With Love




Selasa, 02 Februari 2016

Tips Menulis dari Editor

Welcome Februari ... nggak berasa sudah bulan ke-2 tahun 2016. Ingat deadline naskah selanjutnya tinggal 27 hari lagi.

Tapi aku sempatkan berbagi tips penting banget dari editorku. Supaya aku selalu ingat dan mungkin bisa berguna juga untuk teman-teman yang hobi menulis. Ini dia :)

1. Buat yang biasa menulis cinta segitiga, coba dikembangkan konfliknya menjadi cinta segiempat atau sekalian trapesium.

2. Penggalian tokoh. Hindari selalu menggunakan penokohan dengan karakter yg sama.

3. Hindari terlalu memikirkan perintilan. Maaf kalau saya ulang ini, untuk mengingatkan ulang. Jika menempatkan sendok di awal cerita, pastikan sendok itu ADA KORELASINYA dengan keseluruhan kisah. Jika tidak, HAPUS saja.

4. Pun untuk perintilan detail lokasi atau baju atau fisik. Kebaya payet di dada, tas sulam sekian warna, tahi lalat di muka, jika TIDAK MENAMBAH nilai cerita. Karena kadang perintilan ini, jika editor tidak teliti, bisa jadi peluang kesalahan.

5. Memakai kata yg kurang populer tapi menambah keindahan bahasa, bisa menjadi daya pikat, lho!

6. Kembali ke zaman purba, yaitu membuat corat-coret dan pembabakan cerita. Tulis nama tokoh dan sifatnya yang paling menonjol sebagai panduan kita mengembangkan cerita. Misalnya : Tia, penulis. Senggol bacok dan nangis bombay kalau mendekati datang bulan. Penerapan yang pas: Oooo, aku tahu kenapa Tia marah besar tapi kemudian nangis melihat orang tua dekil yang menawarkan timbangan. Dia pasti lagi pms!
Kurang tepat: Tia ngakak sekencang2nya. Wah, kayaknya dia lagi pms.

7. Sad but true, hanya sedikit pembaca yang mau beli/baca buku sad ending. Karena buku menjual mimpi. Menjual hidup ideal. Tapiiii, boleh banget membuat cerita mellow jika memang yg akan dikuatkan adalah bahasa emosinya. Lihat nicholas sparks dan karya nangis2nya itu. Itu kekuatannya. Itu dagangannya. Kalau mau membuat pembaca nangis, pastikan they cry hard.

Ini novel baruku yang digawangi editor kerenku ini loh. Terbit 18 Februari 2016. Yuuk, koleksi ^_^