Sabtu, 19 Juli 2014

Promo on air : "Tahajud Cinta di Kota New York" dan "Hatiku Memilihmu" di RRI

Hello again ... ^_^

Setelah sebelumnya aku bercerita pengalamanku on air di RRI, Mas Yudi Ismail sang penyiar RRI menawarkan aku untuk lagi-lagi memperbincangkan novelku yang lainnya dalam acara "Cakrawala Pustaka Ramadan" di RRI.

Kali ini berbeda dengan sebelumnya. perbincanganku dengan Mas Yudi akan direkam, kemudian akan disiarkan melalui RRI Pro 1, Pro 2 dan Pro 4 pukul 01.30 dini hari.

Selain itu, untuk acara ini yang dibahas khusus novel Islami. Karena aku telah menerbitkan dua novel Islami, maka aku ditawarkan untuk memperbincangkan kedua novel ini, "Tahajud Cinta di Kota New York" dan "Hatiku Memilihmu".

Selasa, 15 Juli 2014, aku diminta datang pagi-pagi sekali kurang lebih antara jam 8.00 - 9.00 WIB. Wah, aku semangat banget ingin rekaman di RRI. Antusias, dan teringat motto RRI, "Sekali di udara, tetap di udara."

Yeay, ke RRI lagi. Ini lobby Gedung RRI

Keren juga kan lobby Gedung RRI  ^_^

Aku sampai di RRI pukul 08.00 tepat. Kok  bisa cepat? Karena aku nebeng adikku yang kantornya nggak jauh dari daerah ini, hehehe.

Oya, alamat RRI ini di Jl. Merdeka Barat, sebelahan dengan Gedung MK, seberangnya Monas. Mudaaah banget dijangkau deh. Aku jadi suka ke sini ^_^

Ternyata Mas Yudi Ismail baru datang pukul 9.30 WIB. Lumayan deh nunggunya. Sambil nunggu aku berusaha berfoto selfie supaya ada bukti aku ke sini. Tapi ternyata susah juga yaaa... Pengin minta fotoin malu, hehehe. Ya sudah, aku foto sendiri saja. Padahal aku lihat ada sepasang suami istri setengah baya yang asyik saling foto di lobi RRI. mereka juga bergaya di samping patung apa ya namanya? aku lupa ... hehehe. sayang nggak aku foto, aku malu sama mbak resepsionis kalau terlihat moto-moto.

Satu-satunya foto sukses yang membuktikan i was here, in RRI  ^_^
Rekaman tidak berlangsung lama. Keduanya berjalan lancar. Perbincangan tentang novel islami "Tahajud Cinta di Kota New York" sudah disiarkan tanggal 17 Juli 2014 pukul 01.30 WIB. di akhir acara ada kuis berhadiah 2 novelnya.



Begitu pula dengan "Hatiku Memilihmu" ada 2 novel yang disiapkan untuk pemenang kuisnya.



Ah, ternyata cuap-cuap di radio menyenangkan juga. Tunggu ya, selanjutnya aku akan diajak mengisi acara bincang-bincang radio lagi di Bandung bulan Agustus nanti.
Waaaw, asyiiiik, promo on air sambil jalan-jalan ke Bandung ^_^

Oleh2 dari RRI nemu pengumuman ini ^_^

Ternyata lomba menulis dongeng ini khusus buat anak-anak  >.<




Jumat, 18 Juli 2014

Promo on air : "Monte Carlo" di RR1 Pro 1 FM

Halooo teman-teman! Apa kabar di bulan Juli ini. Lama baru sempat menulis lagi.

Kali ini aku mau berbagi pengalamanku saat promo on air di RRI Pro 1 FM. Nah, siapa yang baru tau kalau ternyata RRI itu bukan cuma ada Pro2, tapi ada Pro 1 dan Pro 4, juga ada siaran RRI luar negeri. Hebat yaaa ... ^_^

Ini dia Gedung RRI, gedung bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga sekarang

Welcome to Radio Republik Indonesia
Aku akan mengudara dalam acara Cakrawala Pustaka RRI Pro 1 FM. Memperbincangkan tentang novel terbaruku #MonteCarlo.

Penyiar yang akan memanduku adalah Mas Yudi Ismail. Siapa yang sudah sering mendengarkan siaran beliau?

Obrolan kami berlangsung seru. Mas Yudi piawai banget membuat aku bisa bercerita dengan lancar, mulai dari proses penulisan Monte Carlo, sampai proses terbitnya, juga apa isi novel ini.

Pengalamanku yang kedua kali cuap-cuap di radio ini, sudah agak lumayan, nggak grogi lagi seperti saat pertama kali dulu. Di akhir acara, seperti biasa, ada kuis berhadiah 2 novel Monte Carlo. Naaah, siapa yang sabtu 12 Juli 2014 kemnarin mendengarkan siaranku ini dan berhasil mendapatkan hadiahnya? Selamat yaaa ^_^


Ini dia ruang studio programa 1


Ini dia novel Monte Carlo yang kemarin asyik kami obrolin


Minggu, 15 Juni 2014

#SetiapTempatPunyaCerita Gagas Media : MONTE CARLO

Akhirnyaaaaa ... mimpiku yang berikutnya terwujud. Novelku terbit di Gagas Media, satu dari beberapa penerbit favoritku.

Sejak dulu, aku pengagum novel-novel terbitan Gagas Media. Aku selalu berharap, suatu saat aku bisa menerbitkan novelku di Gagas Media. Percayalah, percayalah, pada mimpi-mimpimu. Karena selalu ada kemungkinan untuk terwujud.

Apa yang kualami ini adalah bukti. Tahun ini, novelku diterbitkan oleh Gagas Media. Dan yang semakin membahagiakan lagi, aku diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penulis seri #SetiapTempatPunyaCerita Gagas Media. Ini adalah seri favoritku. Rasanya bagai mimpi menjadi kenyataan saat akhirnya novel ini benar-benar terbit.

Teringat setahun lalu di bulan April, aku diundang Bang Christian Simamora untuk datang ke kantor Gagas Media, dan ditawari menulis kisah dengan setting Monte Carlo. Bimbingan beliau, ditambah masukan dari Kak Jia Effendie dan Kak Yooki, membuatku lebih berhati-hati menggambarkan setting cerita. Aku digembleng habis-habisan, diberi petunjuk bagaimana cara menulis setting luar negeri yang benar, merangkai kata untuk menggambarkan suasana tempat di mana kisah ini berlangsung, dengan bahasa sendiri seolah aku benar-benar ada di sana.

Lalu, apakah perjalanan novel ini hingga akhirnya terbit berjalan mudah? Tentu saja tidak. Aku harus melewati beberapa kali revisi. Masukan dan saran yang tiada henti-hentinya dari editor-editor kerenku. Bersyukur, Mbak Jia yang baik mau meluangkan waktu tanya jawab perihal naskahku ini hingga melewati jam kerjanya. Ah, aku kagum sekali dengan dedikasi beliau. Beruntungnya aku ... ^_^

Dengan segala usaha keras, akhirnya ... kabar bahagia itu datang juga. Monte Carlo terbit di pertengahan Juni 2014.

Yeay!! Senangnya ... \(^_^)/

Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Gagas Media, especially Bang Christian Simamora yang mempercayakan kisah Monte Carlo untuk kutuliskan. Terima kasih juga untuk editor keren yang telah memberiku banyak ilmu, Kak Jia Effendie dan Kak Yooki.

Inilah dia persembahanku terbaru, MONTE CARLO, sebuah kisah super romantis dengan setting Cannes-Nice-Monte Carlo-Paris.



“Aku ingin menantangmu, apakah kamu berani menerima tantanganku ini?”
“Tantangan apa?”
“Beranikah kamu kabur sedikit lebih jauh lagi?”
“Kabur ke mana lagi?” tanya Kiara dengan kedua alis terangkat.
“Menemaniku menikmati pemandangan senja di Monte Carlo,” jawab Bertrand santai

Ia biarkan pemuda itu membawanya naik kereta menuju Monte Carlo. Kembali mereka tenggelam dalam kebersamaan sekejap. Melanjutkan lagi obrolan mereka yang menarik. Berkali-kali ia mencuri pandang ke arah lelaki muda itu.
Siang tadi ia menyangka, itu adalah pelarian terindah yang pertama kalinya nekat ia lakukan. Bukan adegan syuting, itu kisah nyata yang ia alami sendiri. Nekat, mengikuti seorang pemuda yang baru dikenalnya.

Seorang pemuda yang kemudian menjadi alasan baginya untuk kembali lagi ke Monte Carlo….

***

Menarik. Kiara mengakui, Alaric Kanigara ini seorang lelaki yang menarik. Namanya saja sudah membuatnya cukup penasaran. Tapi Kiara tidak ingin kejadian dengan Bertrand LaForce terulang lagi. Ia terlalu terbawa suasana, membuatnya tanpa sadar berbagi informasi tentang hal-hal pribadi. Tentang perasaannya, masa lalunya…. Nyatanya itu hanya perkenalan singkat yang tak meninggalkan jejak apa pun.

“Biar kubawakan kopermu.”

Alaric menawarkan bantuan saat melihat Kiara sibuk menarik kopernya.

“Ah, tidak usah. Aku bisa membawanya sendiri. Ini hanya koper kecil, kok,” tolak Kiara dengan halus.

Setelah turun dari kereta, mereka berpisah. Mereka tidak saling bertukar nomor kontak. Bahkan Kiara tak mengenalkan Alaric kepada Livia yang sejak tadi mengikuti langkah mereka. Menurut Kiara itu tidak perlu. Karena ia yakin sekali, ia tak akan bertemu lagi dengan Alaric. Pemuda itu hanya teman seperjalanannya dari Cannes ke Paris. Ia tak ingin lebih.



Penulis : Arumi E.

Penerbit : Gagasmedia

Sinopsis :

Pembaca tersayang,

Monako menawarkan kemewahan yang berkilau. Lewat jemarinya, Arumi E. akan mengajak kita berkeliling di Monte Carlo dengan cerita cinta penuh kejutan.

Kiara Almira ingin menjauh dari seremoni membosankan pekerjaannya di Cannes. Ia nekat membeli tiket kereta menuju Kota Nice dan melarikan diri. Seorang lelaki asing yang dijumpainya di kereta membawanya ke Monte Carlo, menjelajah tiap sudut Old Town yang memukau. Kala Kiara ingin mengenalnya lebih dekat, lelaki itu menghilang di tengah senja di Kafe Le Portrait, menyisakan rasa penasaran yang tak bisa dihapusnya.

Obsesi yang tidak masuk akal terhadap lelaki asing itu membuatnya sulit menemukan kekasih hati, sampai ia bertemu Alaric Kanigara. Meski sang Sutradara mampu membuat perasaannya melambung tinggi, hati kecil Kiara masih bertanya-tanya, ke mana pria yang tiba-tiba meninggalkannya di Monte Carlo?
Setiap tempat punya cerita.

Dari negeri Ratu Grace Kelly, skenario cinta hadir tanpa terduga.
Salam,

Editor



“Jangan tanya kenapa, seringkali perasaan cinta datang tanpa kita tahu apa sebabnya. Aku hanya bisa merasakannya. Perasaan suka tiap kali berada di dekatmu,” lanjut Alaric lagi, seolah ingin mencurahkan semua rasa yang ia pendam selama ini.
Kiara masih terdiam, sibuk menata detak jantungnya yang mulai tak beraturan. Ia membalas tatapan Alaric tanpa tahu harus menjawab apa.
“Kiara… apa jawabanmu?” tanya Alaric kemudian.
“Aku….” Lidah Kiara terasa masih kelu.
Alaric masih menatap Kiara lembut, dengan sabar menunggu jawaban Kiara.
“Kamu… bikin hatiku berantakan.”

***

“Kamu ingat, kan, aku pernah bilang apa arti namaku? Pemimpin yang mulia dan bunga matahari. Pasti kamu ingat juga bagaimana sifat bunga matahari, setia menghadapkan wajahnya ke matahari. Dan begitulah aku, cintaku setia hanya kuhadapkan kepadamu."

***

Novel super keren ini seperti ciri khas seri STPC Gagas Media lainnya, disisipi kartu pos dan ilustrasi menarik di setiap awal bab. Cantik banget deh. Ini contoh ilustrasinya ^_^

Add caption


Kemasan Monte Carlo yang cantik. disisipi poscard dan pembatas buku keren ^_^




Me and My Monte Carlo
Oya, tanggal 4 Juli kemarin Gagas ultah yang ke 11 tahun. Ugh, udah gedeee ^_^



Ini ucapan selamat ultah dariku untuk Gagas Media ^_^



Minggu, 01 Juni 2014

Teenlit terbaru Arumi E. : CINTA VALENIA

Welcome June!

Ah, cepatnya waktu berjalan, tak terasa sudah masuk bulan ke 6 di tahun 2014.

Hm, 1 Juni, hari lahirnya Pancasila sekaligus hari lahir adikku yang namanya merupakan singkatan dari nama-nama perumus Pancasila.

Selain itu yang membuatku antusias menyambut bulan Juni, karena di bulan ini, akan ada 2 novelku yang terbit. Daaan, di bulan ini puasa ramadan akan dimulai.

Oke, itulah sekilas tentang bulan Juni. Aku akan mulai menceritakan tentang novel teenlit karyaku yang terbaru ini yaaa ^_^

#CintaValenia ini adalah novelku yang pertama terbit di Elex Media. Bangga banget deh bisa terbit di sini. Dari dulu sudah ngefans dengan Elex Media dan berharap suatu saat ada bukuku yang bisa terbit di sini. Dan kini harapanku terwujud.

Terima kasih sekali kepada editorku yang cantik dan baik hati, yang telah menerima naskahku dan membantuku hingga akhirnya teenlit manis ini bisa terbit dan bisa dibaca teman-teman pembaca karyaku yang suka banget dengan kisah kasih masa remaja yang penuh semangat berjiwa muda. ^_^




Judul : CINTA VALENIA
Penulis : Arumi E.
Penerbit : Elex Media 
Genre : Teen Spirit
Terbit : 9 Juni 2014

Sinopsis :

Hati-hati dengan Hatimu

Pagi pucat
Embun enggan hinggap
Dalam gigil kubisikkan namamu
Kau yang dalam diammu
menjejakkan rasa di sudut hatiku

Siang terik
Menjelma gurun
Kau kira mudah menanggung titipan sekeping hatimu?
Aku terdera, terhujam pilu, terperangkap gundah

Malam sunyi
Terjerat gelap
Hati kosong tak bertuan
Kau pergi ke hati yang lain
Menebar janji serupa

Tahukah kau, masih ada jejak rasamu di sini, di sudut hatiku terdalam
Kapankah kau sadar?

Mendadak Valenia sanggup menciptakan puisi ini. Ungkapan kegalauan hatinya. Siapa yang nggak galau kalau Ernest mendadak nggak peduli lagi padanya?

Cayla, Cayla, Cayla! Selalu saja Cayla yang menjadi alasan bagi Ernest untuk menolak semua ajakan Valenia.

Lalu ... hadir Kafka, cowok-yang jujur saja-lebih keren dari Ernest. Kafka yang digilai banyak cewek di sekolah, Kafka yang cool terutama saat nongkrong di atas motor sport-nya. Kafka yang ketua klub drama sekolah. Kafka yang sangat perhatian pada Valenia. Kafka yang duduk tepat di belakang Valenia dalam kelas. Kafka yang punya rahasia tak terduga ....

Siapa yang sanggup menolak pesona Kafka, ketika Ernest sudah tak peduli lagi padanya? Valenia dilanda dilema ...

Apalagi saat Kafka membujuk Valenia agar mau masuk klub drama dan ikut audisi pencarian pemeran wanita untuk drama akhir sekolah dan akan beradu akting dengan Kafka. Jika Valenia terpilih, itu artinya pertemuannya dengan Kafka akan semakin intens. Mereka akan semakin dekat. Dan keadaan berbalik, berganti Valenia yang tak punya waktu untuk Ernest, justru di saat Ernest sadar ia terlalu sering mengabaikan Valenia.

Lalu, apakah Ernest sudah terlambat? 

***
Ada Cayla dan Kafka di antara Ernest dan Valenia. Cayla, gadis manja yang menjadikan keterasingannya di kota baru ini untuk mendekati Ernest. Kafka memanfaatkan kerenggangan hubungan Valenia dan Ernest untuk menarik simpati Valenia. Satu tanya menggelayut di hati keduanya. Masihkah ada rasa itu?

Rasa itu masih ada
Rasa itu akan selalu ada
Sepenggal rasamu di hatiku
Sepenggal rasaku di hatimu

Biarkan waktu berjalan, mengantar mereka tumbuh menjadi dewasa pelan-pelan. 

~ Cinta Valenia ~

Harusnya, kelas 12 menjadi tahun terakhir di SMA yang indah bagi Ernest dan Valenia yang baru jadian. Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan. Mereka terpisah tidak sekelas lagi. Ernest terpaksa duduk bersebelahan dengan murid pindahan bernama Cayla, dan Valenia duduk berdekatan dengan Kafka, cowok yang jujur saja lebih populer dari Ernest.

Ernest tak kuasa menolak permintaan Cayla, Valenia tak bisa menghindar dari pesona Kafka. Mampukah Ernest menyelamatkan diri dari jerat Cayla dan kembali pada Valenia? Dan sanggupkah Valenia menepis kekagumannya pada Kafka dan kembali setia kepada Ernest?

Harusnya bisa, apalagi ternyata Cayla dan Kafka punya rahasia yang baru mereka ketahui kemudian. Berpacu dengan waktu, sebentar lagi tahun terakhir Ernest dan Valenia di sekolah itu akan berakhir. Masing-masing harus segera memutuskan memilih yang mana ...

Masa remaja selalu seru. Saat cita-cita masih setinggi langit. Saat mahluk-mahluk manis masih banyak yang berseliweran membuat hati berdebar-debar. #CintaValenia

Seperti juga kisah Valenia, Ernest, Kafka dan Cayla yang seru dan penuh liku khas remaja.

Ini bukan hanya sekadar soal cinta, tapi juga tentang usaha menggali potensi diri masing-masing dan mengenali apa sesungguhnya cita-cita yang pas untuk mereka.



Me with Cinta Valenia in lovely pink